Sedang Membaca
Raja dan Ulama Berebut Gadis Cantik
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Pendaftaran Workshop Menulis

Raja dan Ulama Berebut Gadis Cantik

Rizal Mubit

Seorang raja mencintai seorang gadis desa cantik. Sebut saja nama gadis ini adalah Erinda. Raja yang tampan ini benar-benar menghendaki untuk menikah dengan Erinda.

Namun sebelum menikah, Raja bertanya kepada ulama yang sebetulnya ulama ini juga suka Erinda. Ulama ini ingin menikahinya juga. Karena raja tersebut adalah sosok yang gagah, tampan dan pastinya kaya raya, ulama merasa akan kalah bila bersaing.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Singkat cerita, raja minta pendapat kepada Ulama, “Ya, Syaikh bagaimana menurutmu gadis cantik ini. Apakah dia layak untuk kunikahi?” tanya Raja.

“Kamu ini kan raja yang tampan. Kok mau menikah dengan gadis yang pernah dicium oleh laki-laki.” Jawab Ulama.

“Benarkah seorang lelaki pernah menciumnya?” tanya Raja lagi.

“Ya. Benar. Aku tak berbohong.”

“Dasar gadis tak tahu diri yang tak mau menjaga harga dirinya,” kata Raja yang urung menikahi Erinda.

Namun selang beberapa waktu kemudian, ulama tadi menikahi dengan gadis cantik itu. Berita pernikahan itu didengar oleh Raja. Raja pun mendatangi ulama tadi.

“Syaikh, Anda ini bagaimana? Ulama kok menikah dengan gadis yang tak bisa menjaga harga dirinya! Bukankah seorang lelaki pernah menciumnya?”

“Iya. Benar. Kau tahu siapa lelaki itu?”

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

“Tidak. Memang siapa lelaki itu?” tanya Raja.

Baca juga:  Jelang Munas Alim Ulama (4): Gus Dur dan Ulama Lombok

“Lelaki itu adalah ayahnya sendiri.”

Raja muntap. Mungkin kalau orang Jawa, dia akan misuh-misuh, “Huassem. Aku diapusi!!!”

“Lah. Kan kemarin Paduka Raja tak bertanya siapa lelaki yang menciumnya.” Kata Ulama.

Lihat Komentar (0)

Komentari

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini
Scroll To Top