Sedang Membaca
Ulama Banjar (120): Abah Anang Djazouly Fadhil
Penulis Kolom

Redaksi Alif.ID - Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ulama Banjar (120): Abah Anang Djazouly Fadhil

Tuan Guru Djazouly

(L. 8 Desember 1936)

Tuan Guru H. Anang Djazouly Fadhil bin Tuan Guru H. Seman Kadir, sangat terkenal disebut sebagai Abah Anang Djazouly. Beliau lahir pada 8 Desember 1936 dan meninggal pada 14 Oktober 2011 (17 Dzulqaidah 1432H.).

Beliau salah satu ulama yang dihormati di tanah Banjar karena mempunyai kharisma keilmuan, kesalehan dan kesaktian baik bagi masyarakat Banjar maupun luar Banjar, terutama bagi para politisi, pengusaha dan budayawan. Beliau juga merupakan salah satu keturunan kelima dari ulama besar Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari alias Datu Kalampayan.

Abah Anang dikenal kalangan budayawan sebagai ulama yang sangat apresiatif terhadap kebudayaan, beliau sangat tahu segala tradisi kesultanan Banjar dari segala upacara sampai pusaka dan segala tosan ajinya (singgasana, mahkota, keris, tombak, mandau, telabang, dll) termasuk khasiat segala intan dan permata yang menjadi kekayaan istana. Di samping itu beliau juga, pelaku seni punya karya dalam bidang lukisan, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, terpampang dua lukisan beliau bersama lukisan para pelukis Banjar lain.

Abah Anang di kalangan pengusaha dikenal pula sebagai ulama yang paham di mana sumber kekayaan yang tersimpan di perut bumi Kalimantan dan bagaimana melepaskannya dari penguasaan makhluk gaib sehingga beliau sering diminta jasanya untuk memindahkan jin penunggu tambang ke tempat lain.

Baca juga:  Ulama Banjar (121): KH. Badaruddin

Di kalangan politisi, Abah Anang dikenal sebagai ulama yang bisa menjadi konsultan mumpuni dan elegan untuk memperoleh kekuasaan, jabatan dan bagaimana melanggengkannya . Entah dengan doa, nasehat, sangu, pahalat atau pusaka yang harus dipunya. Yang penting dalam capaian politik, tidak menghalalkan segala cara.

Guru Qamaruddin dari Kelayan B, Banjarmasin, melihat Abah Anang sebagai ulama yang sakti mandraguna yang mengerti alam sebelah (gaib) dan cara menembusnya. Bahkan konon, beliau telah menaklukkan 37 negara jin di alam gaib sana, sehingga mereka tunduk patuh bersimpuh di telapak kaki beliau, dan mengabulkan apa yang beliau inginkan dan pinta.

Beliau juga sebagai dijadikan Mufti Besar kesultanan Banjar yang baru ketika Kesultanan dihidupkan kembali oleh Pangeran Khairul Saleh.

Sumber Naskah: Tim Penulis LP2M UIN Antasari Banjarmasin dan MUI Provinsi Kalimantan Selatan.

Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top