Sedang Membaca
Saat Nasruddin Hoja Dicecar Pertanyaan
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Saat Nasruddin Hoja Dicecar Pertanyaan

Hajriansyah

Meskipun Nasruddin kadang dianggap menjengkelkan, namun ia juga dianggap orang yang serba tahu dan karenanya sering ditanya oleh orang-orang.

Pertanyaan itu adakalanya sungguh-sungguh ditanyakan karena mereka menganggap Nasruddin orang berilmu, dan kadang juga ditanyakan sekadar menguji saja karena jengah dengan Nasruddin yang sok tahu. Kadang juga dicecar, seperti pesakitan.

Untuk pertanyaan terakhir, Nasruddin suka menjawab sesukanya, dan makin melekatlah “ketololan” Nasruddin bagi mereka yang benar-benar sok tahu ini.

Suatu hari tetangganya bertanya pada Nasruddin. “Nas, menurutmu, siapakah yang lebih utama, orang yang berjalan di depan jenazah atau di belakangnya?” Nasruddin tidak ambil pusing dan menjawabnya, “Janganlah kau ikut mengantarkan jenazah dan berjalanlah sesukamu!”

Kali lain ia ditanya, “Jika sedang berada di tepi sungai, lalu seseorang tergoda untuk mandi di sungai itu, ke manakah ia sebaiknya menghadap ketika berada di dalam sungai; ke arah kiblat, membelakanginya, atau bagaimana?” Jawab Nasruddin, “Ia sebaiknya menghadap ke arah mana pakaiannya diletakkan.”

Di hari yang lain, tetangga Nasruddin datang berkeluh kesah. Ia bilang matahari enggan masuk ke rumahnya, sehingga rumahnya terasa gelap. Setelah mendengar dengan sabar, Nasruddin bertanya, “Apakah matahari mau mengunjungi ladangmu?” “Iya, Mula,” jawab orang itu. “Kalau begitu, besok kau pindahkan saja rumahmu ke ladangmu.”

Baca Juga

Lain hari, seseorang bertanya. “Mula, kapan hari kiamat akan tiba?” Nasruddin yang sedang bergegas menjawabnya, “Jika aku mati!”

Bahkan ketika sedang mengantar jenazah ada saja orang bertanya kepadanya. “Din, tahukah kau berapa panjang bumi kita ini?” Dengan menahan perasaan kesal, Nasruddin menjawabnya:

“Tanyalah jenazah yang sedang kita iringkan ini. Dialah yang paling tahu, karena kini ia sedang berjalan menuju akhirat.”

Lihat Komentar (0)

Komentari