Sedang Membaca
Perempuan dalam Perspektif Islam dan Psikoanalisis (1): Seni Memahami Hati Perempuan
Rizki Eka Kurniawan
Penulis Kolom

Lahir di Tegal. Seorang pembelajar psikoanalisis dan filsafat Islam. Aktif dalam Forum “Sinau Bareng Poci Maiyah Tegal”.

Perempuan dalam Perspektif Islam dan Psikoanalisis (1): Seni Memahami Hati Perempuan

Perempuan dalam Perspektif Islam dan Psikoanalisis (1): Seni Memahami Hati Perempuan

Memahami hati perempuan bukan merupakan hal yang mudah. Perempuan adalah salah satu mahluk Tuhan paling unik dan menyimpan sejuta misteri, bahkan tak jarang seorang perempuan pun tak mampu untuk memahami dirinya sendiri. Itu mengapa hati perempuan selalu ingin dipahami, mereka ingin dimengerti dan diperhatikan sebab mereka tak memiliki kemampuan lebih untuk memahami dirinya sendiri—suasana hati perempuan mudah berubah-ubah dengan cepat, gejolak emosinya naik turun tidak menentu. Hal ini membuat perempuan merasa terganggu karena tak bisa mengontrol emosinya.

Secara kimiawi hormon perempuan memiliki efek yang berbeda dengan hormon laki-laki. Hormon pada perempuan datang seperti gelombang besar dalam 28 hari, tidak seperti laki-laki yang datang secara teratur selama usia 15-20 tahun. Pada masa pubertas hormon testosteron akan merasuk ke dalam tubuh remaja putra dan memacu pertumbuhan secara dramatis sekitar 15% lemak dan 45% protein, membuat tubuhnya berubah sesuai dengan tugas biologis yang mereka emban.

Buku Kiai Said

Tidak seperti hormon testosteron pada perempuan yang memiliki perbandingan 26% lemak dan 20% protein, membuat tubuh perempuan dewasa akan bertembah gemuk. Tujuan dari pertambahan lemak ini sebenarnya adalah sebagai cadangan kekuatan bagi perempuan ketika sedang menyusui dan itu juga menjamin ketersediaan air susu ibu meskipun persediaan makan sedang sangat langka. Ini merupakan penyebab mengapa kebanyakan perempuan sering kali mengeluh akan perubahan bentuk tubuhnya yang bertambah gemuk secara tiba-tiba.

Baca juga:  Inggit Ganarsih, Perempuan di Samping Soekarno

Perempuan memang memiliki ketidakmenentuan dalam pertumbuhannya, baik secara psikis ataupun biologis—ketidakmenentuan tersebut kerap kali memunculkan perasaan gelisah, cemas dan takut akan gambaran masa depan yang dihadapinya. Dari sini kita menjadi tahu mengapa hati perempuan sangat membutuhkan kepastian pada setiap plihan hidupnya.

Hati perempuan akan lebih memilih pria yang memiliki kepastian untuk menjamin kehidupannya di masa depan dari pada dengan pria yang hanya bermodalkan cinta. Karena secara alamiah tuntutan biologis perempuan adalah membesarkan keluarganya termasuk menjamin kebahagiaan anak-anaknya nanti di masa depan. Ini merupakan insting alamiah yang di miliki oleh semua mahluk betina, mereka ingin menjamin kehidupan yang layak bagi anak-anaknya, agar anak-anaknya bisa tumbuh berkembang dengan baik.

Sigmund Freud pernah menjelang akhir hidupnya meresa frustasi selama meneliti perempuan, katanya: “Pertanyaan besar yang tak bisa kujawab selama 30 tahun meriset  jiwa dan hati perempuan adalah, apa yang diinginkan seorang perempuan?”.—Jiwa perempuan memang memiliki kompleksitas yang lebih daripada jiwa pria. Carl Gustav Jung psikater dari Swis mengembangkan teori anima dan animus yang menurutnya merupakan bagian dari ketidaksadaran kolektif. Anima (arkhetipe feminis) adalah sisi feminis yang dimiliki oleh seorang pria dan animus (arkhetipe maskulin) adalah sisi maskulin yang dimiliki oleh perempuan. Teori Jung menyatakan bahwa anima dan animus adalah dua arketipe antropomorfik utama dari pikiran bawah sadar , yang bertentangan dengan fungsi theriomorphic dan inferior dari bayangan arketipe. Dia percaya mereka adalah set simbol abstrak yang merumuskan pola dasar diri. Menurut Jung animus yang dimiliki perempuan juga lebih kompleks daripada anima yang dimiliki oleh pria, sebab perempuan memiliki sejumlah gambar animus, dan anima pria hanya terdiri dari satu gambar dominan.

Baca juga:  Di Hari Bumi 22 April, Mari Kita Belajar Literasi Ekologis dari Kartini Gunung Kendeng

Perempuan itu kompleks, tidak bisa dimengerti dan dipahami hanya dengan perkataan saja, segala hal yang ada pada diri perempuan tampak seperti rahasia. Perempuan lebih sering mengatakan sesuatu yang ia inginkan secara eksplisit daripada langsung mengatakannya secara terus terang. Tak jarang perempuan akan berkata terserah ketika dihadapan dengan beberapa pilihan, padahal dalam hatinya ia hanya menginginkan satu di antara pilihan tersebut. Hati perempuan akan berharap bahwa orang-orang disekelilingnya mampu membaca lisan dan bahasa tubuh yang mereka ekspresikan.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Dari balik kompleksitas dan kemisteriusan hati perempuan yang sulit untuk dimengerti sehingga banyak pria yang akhirnya distempel tidak peka olehnya.  Masih ada satu cara untuk bisa memahami perempuan yaitu dengan memiliki kepekaan indera yang tajam, pria yang ingin memahami hati perempuan harus bisa menangkap makna tersirat dari apa yang telah dikatakan perempuan, yang paling utama adalah seorang pria harus mampu membaca perilaku perempuan sebab perilaku adalah satu-satunya bahasa yang paling jujur mengungkapkan perasaan.

Pepatah arab mengatakan lisaan al-haal afshah min lisaan al-maqaal (tindakan seseorang lebih jelas mengatakan siapa seseorang itu daripada kata-katanya). Meskipun sebuah tindakan atau perilaku kerap kali tampak bias dan tak bisa dimengerti oleh nalar. Namun setiap tindakan selalu menggambarkan kepribadiaan seseorang.

Baca juga:  Bolehkah Perempuan Menyatakan Cinta kepada Laki-Laki?

Ibnu Athoillah berkata: sesuatu yang tersimpan dalam batin akan tampak keluar dalam tindakan lahir. Jadi segala hal yang masih menjadi misteri dalam diri perempuan pada akhirnya akan tampak melalui tindakan lahirnya, tinggal bagaimana caramu sebagai pria untuk bisa menangkap makna dari setiap tindakan lahir yang telah terekspresikan dari perempuan.

Buku Tasawuf

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Scroll To Top