Sedang Membaca
Grha Suara Muhammadiyah Gelorakan Budaya “Iqra”
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Grha Suara Muhammadiyah Gelorakan Budaya “Iqra”

Redaksi

Mimpi besar  keluarga besar Suara Muhammadiyah untuk memiliki gedung terpadu akhirnya terwujud. Grha Suara Muhammadiyah telah berdiri kokoh.

Peresmian gedung yang beralamat di Jalan KHA Dahlan 107 Yogyakarta itu direncanakan pada Minggu, 25 Februari 2018.  Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Pemimpin Umum Suara Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X akan hadir.

Pemimpin Perusahaan Suara Muhammadiyah, Deni Asyari menyatakan bahwa GSM merupakan simbol kiprah perjuangan Suara Muhammadiyah dan sekaligus menjadi pusat syiar Islam berkemajuan. Suara Muhammadiyah bertekad untuk mengoptimalkan segenap potensi “pasar” warga Muhammadiyah yang sangat besar.

“Saat ini banyak pihak luar yang ingin masuk dan menguasai potensi pasar puluhan juta warga Muhammadiyah. Mengapa tidak, kita berbenah dan mengambil peluang itu,” ungkap Deni saat jumpa pers, Kamis 22 Ferbruari 2018 di Yogyakarta.

Deni Asyari

Oleh karena itu, Suara Muhammadiyah menyediakan semua kebutuhan warga Muhammadiyah dengan kualitas dan pelayanan terbaik.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam siaran pers mengatakan,  pembangunan GSM menjadi momentum untuk terus menggelorakan budaya iqra. “Grha SM ini menjadi penanda bagi kelanjutan budaya literasi Muhammadiyah yang telah digagas sejak tahun 1915,” tutur Haedar.

Baca Juga:  Keistimewaan Siti Bariyah, Ketua ‘Aisyiyah Pertama (1)

Bangsa ini memerlukan pilar ilmu jika ingin mendambakan kemajuan. Suara Muhammadiyah, kata Haedar, harus terus hadir sebagai pengingat akan pentingnya budaya iqra bagi kemajuan bangsa melalui tangan-tangan generasi mudanya. “Iqra sebagai penanda masyarakat yang punya peradaban sebagai din al-hadlarah,” ungkapnya.

Gedung Grha SM yang dibangun di atas lahan seluas 1020 m2 tersebut, bagi Haedar, menjadi simbol hidup dari daya dan kiprah perjuangan Kiai Dahlan dalam membangun peradaban. “Oleh karena itu, memajukan Suara Muhammadiyah untuk terus mendorong dan menggelorakan budaya Iqra adalah sebuah aqabah atau pendakian bagi Muhammadiyah,” tandasnya.

Selain sebagai penanda upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, GSM di mata Haedar juga menjadi simbol melanjutkan cita-cita luhur Kiai Dahlan, yang ikut mendirikan Suara Muhammadiyah. “Gedung ini menjadi simbol hidup dari perjuangan Kiai Dahlan,” ujar Haedar.

Haedar berharap Grha Suara Muhammadiyah memberi manfaat nyata bagi umat dan bangsa. “Mudah-mudahan, Suara Muhammadiyah bisa menjadi penggerak, pengokoh, dan penguat pusat keunggulan,” tuturnya.

Baca Juga

Ketua panitia peresmian gedung Ganjar SH dan Deni Asy’ari

Bangunan Grha Suara Muhammadiyah terdiri dari lima lantai, dengam luas bangunan 1600 m2, di atas lahan 1100 meter. Secara fungsi, GSM, selain sebagai kantor bagi majalah Suara Muhammadiyah, juga sebagai kantor unit usaha-usaha di bawah Suara Muhammadiyah.

Di gedung ini juga terdapat toko suara Muhammadiyah, dan ruang Aula, baik indoor maupun outdoor, yang bisa difungsikan untuk kebutuhan internal, juga dapat disewakan kepada pihak luar. Keberadaan GSM adalah sebagai pusat syiar Islam berkemajuan, sekaligus sebagai simbol bagi pusat bisnis dan media Persyarikatan Muhammadiyah.

Setelah acara peresmian GSM,  agenda selanjutnya adalah konsolidasi media Persyarikatan Muhammadiyah dan konsolidasi Suara Muhammadiyah Corner seindonesia. Pada malamnya, diadakan malam keakraban  keluarga besar Suara Muhammadiyah yang bertempat di Ghra Suara Muhammadiyah. Kegiatan ini sekaligus sebagai wujud rasa syukur.

Masih dalam rangkaian itu, pada 24 Februari 2018 digelar Gala Dinner dan Peluncuran Buku Ahmad Syafii Maarif Sebagai Seorang Jurnalis di Ballroom Grand Quality Hotel Yogyakarta.

Baca Juga:  Pengembara Seno Gumira Ajidarma

 

Lihat Komentar (0)

Komentari