Berkeislaman dalam Kebudayaan

Islah Gusmian

Islah Gusmian

  • 38 Postingan
Guru Besar ilmu Tafsir dan Al-Quran di UIN Raden Mas Said Surakarta. Kini sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta dan Pengurus Asosiasi Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Indonesia.

Postingan

Khutbah Jumat: Ketika Diam Tak Lagi Emas

Peribahasa diam adalah emas tidak lagi berlaku di era kebisingan seperti sekarang. Justru ketika diam seakan-akan kita menormalisasi kebusukan dan lunturnya keberanian moral.

Khutbah | 28.05.2026

Khutbah Iduladha: Berkurban di Era Kebisingan Digital

Hari Raya Iduladha mengajarkan kita bahwa berkurban sejati adalah keberanian menyembelih ego (pencitraan dan narsisme). Solidaritas sosial dan keikhlasan yang tidak dipamerkan adalah semangat Nabi Ibrahim.

Khutbah | 26.05.2026

Bahasa dan Wajah Digital Kita

Jika kita terus membiarkan kata-kata kehilangan kehormatan, kebenaran, dan rasa kemanusiaan, kita sebenarnya sedang bersiap menyaksikan kebudayaan meluncur ke jurang gelap.

Manusia | 22.05.2026

Ketika Tuhan Ditaruh dalam Saku Algoritma

Apakah Tuhan ada? Kalau saya yakin Dia ada, mengapa algoritma, citra, dan kapital sosial lebih menentukan seluruh hidup saya, bukan Dia?

Manusia | 16.05.2026

Humor dan Jalan Makrifat

Cara humornya sufi adalah dengan menertawakan dirinya tanpa perlu menginjak kehormatan atau harga diri orang lain.

Humor | 09.05.2026

Manusia dan Algoritma Kepura-puraan

Algoritma menggiring kita untuk mengikuti mesin, mengabaikan fungsi kita sebagai manusia seutuhnya. Inilah era penuh dengan kecemasan. Bagaimana menghadapinya?

Manusia | 01.05.2026