Guru Besar ilmu Tafsir dan Al-Quran di UIN Raden Mas Said Surakarta. Kini sebagai Direktur Pascasarjana UIN Raden Mas Said Surakarta dan Pengurus Asosiasi Ilmu Al-Quran dan Tafsir di Indonesia.
Kita butuh keteladanan seperti sosok Abu Zar. Dengan keberaniannya memecah kesunyian yang keliru dan kearifannya merendahkan nada yang congkak. Kita tidak membutuhkan ringkikan khimar.
Tokoh | 27.04.2026
Pada masanya kita akan hidup di mana harta, jabatan, dan popularitas menjadi pujaan, sementara kejujuran, rasa malu, tanggung jawab, dan etika dikesampingkan.
Manusia | 16.04.2026
Silaturahim menyatukan tubuh, silaturruh menyambungkan jiwa, dan silaturahmah menyempurnakan kasih.
Tradisi | 11.04.2026
Tantrum digital sudah menjadi ancaman kultural. Ia mengikis kepercayaan sosial, memutus jembatan dialog, dan menormalisasi kebencian sebagai bagian dari keseharian bersosial.
Manusia | 03.04.2026
Dari madrasah Ramadan, kita belajar tentang mengendalikan diri (ngelih), memindahkan syahwat untuk kejernihan emosional (ngalih), dan mengembalikan sepenuhnya kepada Allah (mulih).
Manusia | 30.03.2026
Dunia kini mungkin sedang lusuh, tetapi jiwa kita tidak boleh ikut lebur. Idul Fitri adalah terapi untuk menjadikan kita manusia yang selesai dengan dirinya sendiri.
Khutbah | 20.03.2026