Sedang Membaca
Ilmuwan Besar dalam Dunia Islam (10): Al-Mas’udi, Sejarawan dan Ahli Geografi
Penulis Kolom

Guru Ngaji di Kampung. Pengajar di Institut Keislaman Abdullah Faqih Manyar Gresik, Jawa Timur. Alumni Pusat Studi Qur'an Ciputat dan Pascasarjana IAIN Tulungagung prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Menulis sejumlah buku bertema keislaman. Peneliti Farabi Institute.

Ilmuwan Besar dalam Dunia Islam (10): Al-Mas’udi, Sejarawan dan Ahli Geografi

A34bc387 3740 4aee 9851 4d1bf5e3ddb5

Al-Mas’udi dikenal sebagai sejarawan dan ahli geografi Arab. Nama lengkapnya adalah Abu al-Hasan Ali bin Husien Ibnu Ali al-Mas’udi. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, al-Mas’udi tertarik mempelajari sejarah dan adat-istiadat masyarakat suatu tempat. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengembara dari suatu negeri ke negeri yang lain, mulai dari Persia, Istakhr, Multan, Manura, Ceylon, Madagaskar, Oman, Caspia, Tiberias, Damaskus, Mesir, dan berakhir di Suriah.

Menurut buku berjudul Al-Mas’udi and His World, al-Mas’udi dilahirkan pada tahun 283 H atau 895 M di kota Baghdad. Al Masudi dilaporkan meninggal dunia di Fustat (Mesir) pada tahun 345 H atau 956 M. Beliau termasuk keturunan Arab yaitu keturunan Abdullah bin Mas’ud seorang sahabat Nabi Muhammad SAW. Herodotus dari Arab, Begitulah para orientalis Barat menjuluki Abu Al-Husain Ali Ibnu Al-Husain Al-Mas’udi sebagai sejarawan dan penjelajah Muslim tersohor pada abad X M.

Sejarah mencatat prestasi dan dedikasinya bagi pengembangan ilmu sejarah modern dengan tinta emas. Al-Mas’udi merupakan sejarawan Muslim pertama yang mengawinkan sejarah dan geografi ilmiah lewat sebuah adikarya berjudul Muruj Adh-Dhahab Wa Ma’adin Al-Jawahir (Padang Rumput Emas dan Tambang Permata). Karya besarnya itu merupakan bagian dari sejarah dunia. Ahmed MH Shboul dalam tulisannya yang berjudul Al-Mas’udi and His World: A Muslim Humanist and His Interest in Non-Muslims menuturkan, bukan tanpa alasan sejarawan Muslim itu kerap disejajarkan dengan Herodotus (ahli sejarah Yunani yang hidup pada abad ke-5 SM). Herodotus dikenal sebagai ‘Bapak Sejarah’ karena telah menulis suatu kumpulan cerita mengenai berbagai tempat dan orang yang ia kumpulkan sepanjang perjalanannya. Itu pula yang dilakukan Al-Mas’udi pada abad 10 M.

Baca juga:  Mbah Maimoen Zubair Melindungi Anggota PKI dan Memberi Zakat

Karya-karya Hafidz Hasan Al-Mas’udi

Hafidz hasan Al-Mas’udi banyak menghasilkan karya dalam bentuk tulisan sepanjang hidupnya diantaranya: Zakha’ir al-Ulum wa Ma Kana fi Sa’ir ad Duhur, berisi tentang khazanah Ilmu pada Setiap Kurun. Al-Istizhar Lima Marra fi Salif al-A’mar, berisi tentang peristiwa-peristiwa masa lalu. Buku ini dan buku di atas telah diterbitkan kembali di Najaf pada tahun 1955.

Tarikh al-Akhbar al-Umam min al-Arab wa al’Ajam berisi tentang sejarah Bangsa Arab dan Persia. Akhbar az-Zaman wa Man Abadahu al-Hidsan min al-Umam al-Madiyan wa al-Ajyal al-Haliyah wa al-Mamalik al-Dasirah, berisi tentang sejarah umat manusia masa lampau dan bangsa-bangsa sekarang serta kerajaan-kerajaan mereka. Buku yang terdiri dari 30 jilid ini tidak sampai ke tangan generasi sekarang. Yang ada sekarang adalah ringkasannya, namun tidak diketahui pengarangnya. Beberapa manuskrip menyebutkan bahwa ringkasan itu justru merupakan jilid pertama dari kitab itu. Meskipun demikian, materinya termuat di dalam dua karya berikutnya.

Al-Ausat, berisi kronologi sejarah Umum. Muruj az-Zahab wa Ma’adin al-Jawahir (Padang Rumput Emas dan Tambang Batu Permata) disusun tahun 947 M. Kitab ini terdiri atas dua bagian besar. Pertama, berisi sejarah penciptaan alam dan manusia, sifat-sifat bumi, laut peristiwa-peristiwa luar biasa, riwayat nabi-nabi, sejarah bangsa-bangsa kuno dengan agama dan alirannya, serta adat istiadat dan tradisi. Al-Mas’udi banyak mengutif karya para sejarawan sebelumnya.

Baca juga:  KH. Ilyas Ruhiat: Inklusif dan Menghormati Martabat Perempuan

Kedua, berisi sejarah Islam mulai akhir masa Khulafaur Rasyidin (empat khalifah besar) sampai masa awal masa pemerintahan Khalifah al-Mu’ti dari bani Abbasiyah, kehidupan para budak leleaki dan wanita, mawali (orang asing, terutama Persia), kehidupan masyarakat umum, pembangunan (seperti istana) beserta segala perlengkapannya, kebiasaan para pembesar, dan adat istiadat serta tradisi negeri-negeri yang dikunjunginya. Al-Mas’udi banyak memaparkan pembagian bumi ke dalam beberapa wilayah. Menurutnya bentuk daratan dan lautan merupakan segmen sebuah bola.

Kitab yang sekarang disebut kitab turas (Khazanah Islam Klasik) ini diterbitkan kembali tahun 1895 di Kairo. Kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh A. Sprenger (London, 1841). Pada tahun 956 M Al-Mas’udi sebenarnya telah menyelesaikan penulisan sebuah kitab yang konon cakupannya lebih luas dari kitab di atas, tetapi kitab tersebut belum ditemukan.

At-Tanbih wa al-Israf (Indikasi dan Revisi) ditulis tahun 956 M. Kitab yang merupakan ringkasan dan memuat beberapa revisi dari tulisannya yang lain, juga memuat pandangan filsafat-filsafatnya tentang alam dan sejarah. Ia memaparkan pemikirannya tentang evolusi alam, yaitu dari mineral, tanaman, hewan, sampai manusia. Sebagai contoh terjadinya evolusi itu, ia berpendapat bahwa jerapah adalah hibrida dari unta dan macan tutul (phanter). Pendapat ini berbeda dengan pendapat ilmuwan muslim lainnya, yaitu Al-Jahiz dan Abu Yahya al-Qazwini, yang menyatakan bahwa jerapah adalah hibrida dari unta betina liar dan hiena jantan. Kitab ini diedit oleh M.J de Goeje (Leiden, 1894) dan telah pula diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis oleh Carra de Vaux (Paris, 1897).

Baca juga:  Haul Nurcholish Madjid (6): Soe Hok Gie, Ahmad Wahib, dan Cak Nur

Al-Qadaya wa at-Tajarib, berisi tentang Peristiwa dan Pengalaman. Mazahir al-Akhbar wa Tara’if al-asar, berisi tentang Fenomena dan Peninggalan Sejarah. As-Safwah fi al-Imamah, berisi tentang Kepemimpinan.

 

Apa Reaksi Anda?
Bangga
1
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top