Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] [Azzuhri] berkata dari [Salim] dari [ayahnya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal; seorang laki-laki yang Allah beri Al Qur'an, lantas ia membacanya di sepanjang malam dan sepanjang siang. Dan seorang laki-laki yang Allah beri harta, lantas ia membelanjakannya sepanjang malam dan sepanjang siang." Ali bin Abdullah berkata, "Aku mendengar Sufyan berkali-kali, namun aku tidak mendengar ia menyebutkan hadis (dengan lafad akhbartu (aku mengabarkan), tetapi dengan lafad 'An (dari). Dan ini adalah hadis yang paling shahih dari yang ia punya."
Telah menceritakan kepada kami [Al Fadll bin Ya'qub] telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Ja'far Ar Raqqi] telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Ubaidullah Ats Tsaqafi] telah menceritakan kepada kami [Bakar bin Abdullah Al Muzani], dan [Ziyad bin Jubair bin Hayyah] dari [Jubair bin Hayyah], [Mughirah] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kami dari risalah Rabb kami, bahwa siapa saja dari kami yang terbunuh, maka ia akan menuju surga."
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ismail] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari [Aisyah] radliyallahu'anhuma, ia berkata, "Siapa saja yang menceritakan kepadamu bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menyembunyikan sesuatu…sedang [Muhammad] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Amir Al 'Aqadi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ismail bin Abu Khalid] dari [Asy Sya'bi] dari [Masruq] dari ['Aisyah] berkata, "Siapa saja yang menceritakan kepadamu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyembunyikan sesuatu dari wahyu, maka janganlah kamu mempercayainya, sebab Allah Ta'ala berfirman: '(Wahai rasul, sampaikan yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, jika kamu tidak mengerjakan lantas tidak kau sampaikan risalah….) ' (Qs. Al Maidah: 67).
Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari [Abu Wail] dari ['Amru bin Syurahbil] berkata, [Abdullah] berkata, "Seorang laki-laki berkata, 'Wahai Rasulullah, dosa apakah yang terbesar di sisi Allah? ' Nabi menjawab: 'Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptamu.' Laki-laki tersebut bertanya lagi, 'Lantas apa lagi? ' Nabi menjawab: 'Engkau bunuh anakmu karena khawatir makan bersamamu.' Laki-laki itu bertanya lagi, 'Lantas apa? ' Nabi menjawab: 'Engkau berzina dengan wanita tetanggamu.' Lantas Allah menurunkan ayat yang membenarkannya: '(Dan orang-orang yang tidak menyeru Tuhan lain disamping menyeru Allah, dan tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan selain dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, dan barangsiapa melakukan yang demikian ia akan memperoleh dosa dan akan dilipat gandakan siksa baginya) '. (Qs. Al Furqan: 68-69).
Telah menceritakan kepada kami ['Abdan] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Azzuhri] telah mengabarkan kepadaku [Salim] dari [Ibn Umar] radliyallahu'anhuma, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Keberadaan kalian di antara umat-umat terdahulu seperti permisalan antara antara shalat 'ashar hingga matahari terbenam. Pemeluk taurat diberi taurat dan mereka mengamalkannya hingga pertengahan siang, kemudian mereka tidak bisa lagi mengamalknnya sehingga diberi satu qirath. Kemudian pemeluk injil diberi injil dan mereka mengamalkannya hingga shalat 'ashar didirikan lantas mereka tidak bisa lagi mengamalkannya, dan mereka diberi satu qirath. Kemudian kalian diberi Al Qur'an dan kalian mengamalkannya hingga matahari terbenam, lantas kalian diberi dua qirath dua qirath. Orang-orang ahli kitab pun protes, 'Mereka (kaum muslimin) lebih sedikit bekerja daripada kami namun mengapa mereka lebih banyak pahalanya? ' Allah menjawab, 'Namun apakah berarti Aku menzhalimi hak kalian? ' Mereka menjawab, 'Tidak.' Allah kemudian firman-Nya: "Itulah keutamaan-Ku yang Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki."
Telah menceritakan kepadaku [Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Walid] (dalam jalur lain disebutkan) telah menceritakan kepadaku [Abbad bin Ya'qub Al Asadi] telah mengabarkan kepada kami [Abbad bin Al 'Awwam] dari [Asy Syaibani] dari [Al Walid bin 'Aizar] dari [Abu 'Amru dan Asy Syaibani] dari [Ibn Mas'ud] radliallahu 'anhu, bahwa seorang laki-laki pernah bertanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, amalan apa yang paling utama? ' Nabi menjawab: "Shalat tepat pada waktunya, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad fi sabilillah."
Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Hazim] dari [Al Hasan] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Taghlib] berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diberi sebuah harta, lantas beliau berikan kepada sebagian sahabatnya dan tidak beliau berikan kepada sahabat yang lain. Kemudian sampailah berita kepada beliau bahwa orang-orang mencela sikap beliau, maka antas beliau pun bersabda: "Sungguh, ada orang yang kuberi dan ada yang tidak kuberi, namun yang tidak aku beri lebih aku sukai daripada yang aku beri, beberapa orang aku beri karena hati mereka masih ada keluh kesah dan ketakutan, dan beberapa orang aku percayakan kepada kecukupan dan kebaikan yang telah Allah jadikan pada hati mereka, diantara mereka ialah Amru bin Taghlib." Lantas 'Amru berkata, 'Aku tak ingin lagi unta-unta merah setelah mengetahui kalimat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu.'
Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahim] telah menceritakan kepada kami [Abu Zaid Said bin Rabi' Al Harawi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Anas] radliyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau riwayatkan dari Rabbnya (hadis qudsi), Allah berfirman: "Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika ia mendekatkan diri kepada-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari [At Taimi] dari [Anas bin Malik] dari [Abu Hurairah] mengatakan, "Adakalanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda mengingatkan hadis qudsi: "Jika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal maka Aku akan mendekatkan kepadanya sehasta, jika ia mendekatkan diri kepada-Ku sehasta maka Aku akan mendekatkan diri kepadanya sedepa." [Mu'tamir] berkata, "Aku mendengar [Ayahku] aku mendengar [Anas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang beliau meriwayatkannya dari Tuhannya Azza wa Jalla."
Telah menceritakan kepada kami [Adam] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ziyad] berkata, aku mendengar [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, yang beliau riwayatkan dari Rabb kalian: "Setiap amalan adalah kaffarat dosa, sedang puasa adalah bagi-Ku dan Aku lah yang akan memberinya pahala. Sungguh, bau mulut orang yang berpuasa jauh lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kesturi."