Tiga WNI yang terjebak di Pulau Socotra, Yaman, sejak 3 Januari lalu segera dipulangkan ke Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada media di Jakarta, Jumat (9/1). Mereka sedang berada di pulau resor tersebut saat serangan udara dilancarkan pasukan koalisi yang dipimpin Arab Saudi, hingga tak bisa keluar dari pulau.
“Kami telah berhasil mengevakuasi tiga WNI yang sejak akhir Desember lalu tertahan di Pulau Socotra Yaman, akibat keterbatasan akses menuju wilayah tersebut. Pada hari ini Jumat 9 Januari 2026 pukul 14:30 WIB atau pukul 10:30 waktu setempat, ketiga WNI tersebut telah berhasil diterbangkan dari Pulau Socotra menuju kota Jeddah untuk transit. Rencananya pada pukul 17:30 waktu setempat akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Ketiga WNI tersebut dalam kondisi yang baik,” ungkap Nabyl.
Sebelumnya, KBRI Muscat menerima informasi dari Satgas Perlindungan WNI di Yaman, bahwa terdapat tiga orang WNI yang terjebak di Pulau Socotra pada 3 Januari lalu. Saat kejadian, wilayah udara Yaman ditutup oleh pemerintah Saudi akibat serangan militer ke pelabuhan Mukalla pada 30 Desember 2025.
“Para WNI ini tidak dapat keluar dari Sokotra karena tidak ada penerbangan yang beroperasi. Ketiganya masuk masuk ke Socotra melalui jasa operator wisata yang berbasis di Uni Emirat Arab,” jelas Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah.
Menyusul peningkatan konflik di Yaman, Kemlu RI mengimbau seluruh WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri agar senantiasa memperhatikan dan mengikuti himbauan mengenai kondisi di negara tujuan. Warga Indonesia juga diminta untuk mengikuti perkembangan internasional, khususnya jika perjalanan dilakukan menuju tempat-tempat yang rawan dan berbahaya.
Nabyl menambahkan, pemerintah Indonesia mendukung dialog komprehensif yang digagas Arab Saudi agar konflik dapat diselesaikan dengan cara-cara yang kondusif.
“Kita menyambut baik upaya dari Arab Saudi yang menawarkan diri untuk melakukan dialog komprehensif di Riyadh, pada saat ini Indonesia mengambil posisi seperti itu. Untuk kondisi WNI kita sendiri di Yaman Selatan jumlahnya cukup banyak. Alhamdulillah, tidak dilaporkan adanya korban dari WNI,” ujar Nabyl.