Sedang Membaca
Jalan-jalan ke Kota Seribu Taman: Tehran Ibukota Persia
Ulummudin
Penulis Kolom

Mahasiswa Studi al-Qur'an dan Hadis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Jalan-jalan ke Kota Seribu Taman: Tehran Ibukota Persia

Tower Azadi

Rey yang dulu sebuah kota metropolitan sekarang mewujud menjadi Tehran. Tehran adalah kota terbesar Iran dan menjadi ibukota negara sejak tahun 1795 pada masa dinasti Qajar. Letaknya tepat berada di kaki pegunungan Alborz yang menjulang.

Sama seperti kota besar lainnya, Tehran dihuni oleh berbagai macam etnis seperti Persia, Armenia, Azeri, Yahudi, Afghan, dan Balochi. Karena kemajemukan ini, maka kita akan melihat masjid, gereja, dan sinagog berdiri.

Buku Kiai Said

Tehran dikenal dengan sebutan kota seribu taman. Kita akan dengan mudah menemukan taman di setiap sudut kota Tehran. Rasanya tidak ada ruang kosong kecuali dimanfaatkan menjadi sebuah taman. Biasanya petugas yang mengurusi taman adalah orang-orang Afghanistan yang mencari nafkah di Tehran.

Jumlah orang Afganistan ini lumayan tinggi di Tehran. Alasan mereka pergi dari negaranya kebanyakan karena faktor keamanan dan ekonomi. Mereka tidak cukup merasa aman tinggal di negaranya sendiri karena di Afghanistan masih sering terjadi gejolak-gejolak yang membahayakan jiwa.

Kota Tehran dapat dibagi menjadi beberapa wilayah yang mana itu dapat menunjukkan status sosial penduduknya. Daerah utara yang tepat berada di kaki gunung Alborz dikenal sebagai wilayah paling elit. Di sana banyak rumah megah dan mewah. Semakin ke bawah status sosialnya semakin rendah. Di pusat kota didiami oleh orang-orang menengah. Sementara, wilayah selatan identik dengan penduduk yang serba terbatas.

Baca juga:  Sajian Khusus: Ziarah di Kawasan Kota Tua Kairo

Landmark Tehran sendiri adalah tower Azadi, sebuah menara yang terletak di bagian barat kota. Menara ini terdiri dari dua pilar setinggi kurang lebih 45 meter yang saling membelit pada ujungnya. Menurut sebuah informasi, arsitekturnya mengadopsi gaya Islam dan Sasanid.

Bangunan menara didominasi oleh warna putih yang memiliki garis-garis. Tempat ini selain tempat bersantai biasa juga digunakan untuk berkumpul pada acara-acara tertentu seperti perayaan revolusi.

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Jika anda menyukai suasana pegunungan dengan gemericik air di sampingnya, maka anda perlu datang ke Darband. Letaknya di daerah utara Tehran yang dekat dengan area pegunungan. Di sana kita dapat merasakan sensasi rokok khas Timur Tengah dengan berbagai varian rasa. Tempatnya sangat asyik karena didesain seperti saung, sehingga sangat pas untuk berkumpul bersama kawan-kawan sembari menikmati sajian teh.

Ketika musim dingin tiba, deretan pegunungan yang menjadi latar Tehran akan dipenuhi salju. Waktu tersebut biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencoba ski. Kita dapat mencoba bagaimana rasanya meluncur di atas salju. Tempatnya dikenal dengan sebutan Tochal. Untuk sampai ke sana, kita harus naik kereta gantung atau biasa disebut dengan telekabin. Dari atas telekabin ini, kita dapat melihat kota Tehran dengan jelas.

Bagi yang tak kuat menahan hasrat berbelanja, kita dapat mengunjungi bazar bozorg atau bazar besar. Bazar yang sudah berusia ratusan tahun ini menyediakan berbagai kebutuhan dari primer sampai sekunder, dari beras, gandum sampai karpet Persia yang puluhan juta. Sesuai dengan namanya, bazar ini sangat luas. Rasanya tak cukup sejam untuk berkeliling melihat setiap barang yang dijajakan.

Baca juga:  Ramadan di Sudan, dari Alquran Langgam Sudan hingga Kuliner

Di seberang bazar bozorg ini berdiri Golestan Palace, sebuah istana pada masa dinasti Qajar.  Sebelum menjadi istana, bangunan tersebut adalah sebuah citadel yang dibangun pada masa dinasti Safawi. Dinasti Qajar kemudian merenovasinya dan menjadikannya tempat tinggal keluarga kerajaan seiring dengan pemilihan Tehran sebagai ibukota kerajaan. Istana ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

Sebetulnya masih banyak tempat-tempat menarik lain yang dapat dikunjungi di Tehran seperti museum perdamaian yang menampilkan sisa-sisa perang Irak-Iran, istana Niavaran peninggalan dinasti Pahlevi, bekas kantor kedutaan Amerika, rumah imam Khomeini, dan yang lainnya. Jika anda penyuka wisata reliji, anda bisa berkunjung ke makam Imam Khomeini di selatan Tehran atau imam zadeh Saleh di utara kota.

Tehran sebagai ibukota sangat menarik. Kita dapat mengintip Iran dan budayanya melalui kota ini. Jika ada kesempatan berkunjung ke Persia, jangan lupa untuk menyempatkan waktu dan menjelajahi tempat-tempat menarik di Tehran.

 

Buku Tasawuf

Katalog Buku Alif.ID
Apa Reaksi Anda?
Bangga
0
Ingin Tahu
0
Senang
0
Terhibur
0
Terinspirasi
0
Terkejut
0
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top