Sedang Membaca
Ketika Telapak Tangan KH Hasyim Asy’ari dihantam Palu
Alif.ID

Berkeislaman dalam Kebudayaan

Ketika Telapak Tangan KH Hasyim Asy’ari dihantam Palu

Benny Rusmawan

Saya kurang paham istilah dalam agama Islam bagaimana seorang muslim harus bersikap jika menghadapi musibah. Yang saya ingat dalam literasi adalah ajaran dua Ulama besar pendiri Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama.

Bila Kyai Haji Ahmad Dahlan mengajarkan jangan membalas jika dihina atau dicaci maki, maka Kyai Haji Hasyim Asy’ari mengajarkan bagaimana mulut kita harus bisa meredam ucapan kotor.

Poto ini adalah peristiwa ketika Kyai Haji Hasyim Asy’ari bertemu petinggi militer Jepang di Jakarta setelah insiden penangkapan beliau di Jombang. Tampak posisi tangan beliau dipangkuan seperti menahan rasa sakit.

Telapak tangan kiri beliau masih remuk patah karena dipukul palu saat di penjara Jepang. Tetapi beliau tak pernah memaki atau berkata kasar saat palu besi Jepang menghantam telapak tangan kiri beliau.

Hanya ucapan istighfar yang keluar saat beliau menahan sakit jika hantaman palu mengenai tapak tangan beliau.

Mengapa Jepang tega melakukan perbuatan keji itu kepada Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari?

Iklan - Lanjutkan Membaca Di Bawah Ini

Hal ini disebabkan penolakan membungkuk pada matahari dan kaisar sehingga berujung kesalahpahaman. Kesalahpahaman ini menjadi penyebab Kyai Haji Hasyim Asy’ari sempat ditahan Jepang.

Dalam pertemuan itu pihak Jepang meminta maaf kepada para ulama terutama Kyai Hasyim sebagai yang dituakan.

Dan maaf petinggi militer Jepang diterima Kyai Asal Jombang itu dengan lapang dada. Beliau memaafkan perlakuan Jepang kepada dirinya tanpa mencaci dan tanpa memendam dendam. Al-Fatihah untuk beliau. (RM)

Baca juga:  NU dan Perdebatan Seni Islam
Lihat Komentar (0)

Komentari

Scroll To Top